MATERI KELAS 9 SEMESTER 2
BAB
ALGORITMA DAN
PEMPROGRAMAN
Pemrograman blok merupakan materi yang telah Anda pelajari
sejak kelas VII dan VIII. Anda telah mengenal pemrograman Scratch dan Blockly,
yang akan Anda pelajari kembali di kelas IX. Tentunya materi pemrograman lebih
kompleks. Anda akan mengimplementasikan pemrograman modular dalam Blockly.
Pemrograman modular adalah teknik pemrograman di mana program yang biasanya
cukup besar dibagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil. Sebagai
murid yang kritis, Anda juga perlu memperdalam mengenai ilmu literasi.
Selain Scratch dan Blockly, Anda juga akan belajar mengenai
robot serta pemrogramannya. Robot tersebut adalah Ozobot, yang dapat diprogram
menggunakan OzoBlockly. Bahasa pemrograman ini merupakan pengembangan dari
Blockly, yang sama-sama merupakan pemrograman blok. Bagaimana cara melakukan
pemrograman dengan Blockly? Agar dapat memahami lebih mendalam tentang
algoritma dan pemrograman, simak uraian materi pada bab berikut dengan saksama!
SCRATCH VS BLOCKLY
Di kelas VII dan VIII, Anda telah belajar pemrograman dengan
Scratch dan Blockly. Kedua program tersebut sama-sama merupakan pemrograman
blok, perbedaannya adalah Scratch dapat dikembangkan sesuai kreativitas murid,
misalnya sprite dapat merespons event yang diberikan, melalui klik mouse,
ketukan keyboard, atau lewat interface lainnya seperti konduktor yang
dihubungkan ke Makey Makey sebagai interface ke komputer. Sedangkan Blockly
merupakan pemrograman berbasis permainan, menyusun blok sesuai aturan permainan.
Sprite pada pemrograman blok dapat bereaksi terhadap event,
atau digerakkan melalui perintah-perintah yang tersedia. Program akan mulai
dijalankan saat Anda memberikan event. Pada dasarnya, pemrograman dalam Scratch
berbasis event. Artinya, objek-objek yang tersedia siap menerima event dan
dapat dieksekusi atau dijalankan kode programnya secara bersama-sama atau
bergiliran. Anda harus menulis kode program untuk setiap sprite yang dibuat.
Beberapa blok Scratch sama dengan blok yang tersedia di
Blockly. Blok dalam Blockly dasar lebih sedikit dibandingkan Scratch. Scratch
memang dirancang untuk membuat cerita (komik), permainan, dan animasi. Fitur
dasar Scratch dirancang untuk membuat aplikasi yang lebih interaktif dibanding
Blockly. Fitur yang disediakan Blockly lebih sedikit, yaitu berupa fitur dasar
(primitif) saja. Akan tetapi, dengan fitur dasar tersebut, Anda dapat membuat
produk-produk seperti yang dapat dibuat dengan Scratch, meskipun membutuhkan
waktu yang lebih lama.
Cara yang dipakai untuk memprogram dalam kedua lingkungan
tersebut juga berbeda. Scratch merupakan program visual yang berbasis event dan
aplikasi hasil memprogram Scratch lebih interaktif. Adapun Blockly merupakan
program yang menerapkan teknik pemrograman prosedural, tetapi perintahnya
menggunakan blok yang sangat mirip dengan Scratch.
Anda perlu mempelajari Scratch dan juga Blockly, karena
mengetahui dan dapat memakai banyak bahasa itu perlu, seperti dalam kehidupan
nyata. Mau tidak mau, Anda juga perlu mengetahui banyak bahasa. Sebagai contoh,
di Indonesia Anda menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta bahasa
Inggris karena bahasa Inggris saat ini paling banyak dipakai sebagai bahasa
komunikasi internasional. Semakin banyak bahasa yang Anda pelajari, maka akan
semakin bisa berkomunikasi dengan lebih banyak kalangan. Dalam dunia
informatika juga sama. Sebaiknya, Anda juga mengenal lebih dari satu bahasa
pemrograman seperti Scratch, Blockly, atau bahasa pemrograman lainnya.
LITERASI NUMERASI DAN SAINS
Literasi numerasi dan literasi sains memiliki hubungan yang
erat dan saling mendukung. Literasi numerasi dengan kemampuan memahami konsep
matematika menjadi fondasi penting untuk memahami literasi sains yang
melibatkan pengetahuan ilmiah. Berikut akan dijelaskan masing-masing definisi
antara literasi numerasi dan literasi sains.
1. Literasi numerasi
a. Pengertian
Literasi numerasi adalah kecakapan untuk menggunakan
berbagai angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan
masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari.
Literasi numerasi juga dapat diartikan sebagai kecakapan
untuk menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk grafik,
tabel, bagan, dan menggunakan interpretasi hasil analisis untuk memprediksi dan
mengambil keputusan.
Literasi numerasi memiliki tujuan agar para murid dapat
memahami dunia yang penuh angka dan data. Selain itu agar dapat berpikir
rasional, sistematis, kritis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil
keputusan dalam berbagai konteks,
b . Perbedaan literasi numerasi dan matematika
Numerasi tidak sama dengan kompetensi matematika. Keduanya
berl
Numerasi mencakup mengaplikasikan konsep dan kaidah
matematika dalam situasi ril sehari-hari, yang seringkali permasalahannya tidak
terstruktur, memiliki banyak cara penyelesaian atau bahkan tidak ada
penyelesaian yang tuntas, serta berhubungan dengan faktor non-matematis.
c. Komponen literasi numerasi
1) Mengestimasi dan menghitung
dengan bilangan bulat.
2) Menggunakan pengukuran.
3) Menggunakan penalaran spasial.
4) Menggunakan pecahan, desimal,
persen, dan perbandingan.
5) Mengenali serta menggunakan pola
dan relasi.
6) Menginterpretasi informasi
statistik.
d. Kegiatan literasi numerasi
1) Di rumah misalnya melibatkan para murid dalam melakukan
transaksi jual beli, atau menghitung kebutuhan listrik dan air tiap bulan dalam
satu tahun.
2) Di sekolah misalnya menghitung jarak dan lama waktu
perjalanan murid ke sekolah. atau mengunjungi dan mencari informasi penggunaan
angka, simbol matematika. grafik, tabel, dan bagan di lingkungan sekitar
sekolah.
3) Di masyarakat misalnya mengumpulkan data dan informasi
tentang warga desa, atau membuat batas-batas wilayah rumah dan tanah.
2. LITERASI SAINS
a. Pengertian
Literasi sains adalah kemampuan untuk membaca, memahami,
mengevaluasi, serta menggunakan informasi dan pengetahuan sains untuk membuat
keputusan yang tepat dan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari. Literasi
sains bukan hanya tentang memahami konsep-konsep sains, tetapi juga tentang
memahami bagaimana sains diterapkan dalam kehidupan nyata.
Seseorang yang memiliki literasi sains yang baik dapat
mengenali dan memahami masalah sains, menemukan informasi sains yang
diperlukan, mengevaluasi kebenaran dan validitas informasi sains, serta
menggunakannya untuk membuat keputusan yang berbasis fakta. Literasi sains juga
mencakup kemampuan untuk berkomunikasi tentang konsep-konsep sains secara jelas
dan efektif dengan orang lain.
b. Manfaat
Literasi sains memiliki manfaat yang sangat penting, baik
bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.
Beberapa manfaat dari literasi sains antara lain:
1) Kemampuan dalam memecahkan
masalah. Literasi sains melatih kemampuan individu dalam mengumpulkan dan
menganalisis data, membuat hipotesis, dan menguji teori, sehingga memungkinkan
mereka untuk memecahkan masalah dengan lebih efektif.
2) Pengambilan keputusan yang
lebih baik. Dengan memiliki kemampuan untuk memahami data dan informasi ilmiah,
individu dapat membuat keputusan yang lebih baik dan rasional, serta memahami
dampak keputusan tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat.
3) Peningkatan pemahaman tentang
dunia di sekitar. Literasi sains membantu individu memahami fenomena alam dan
proses-proses yang terjadi di lingkungan sekitar, termasuk mengenai kesehatan,
lingkungan, dan teknologi.
4) Meningkatkan keterampilan
karier. Literasi sains sangat penting dalam banyak bidang karier, termasuk di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan, dan lingkungan. Individu yang
memiliki literasi sains yang baik dapat memiliki peluang karier yang lebih baik
dan lebih luas.
5) Peningkatan partisipasi dalam
masyarakat. Individu yang memiliki literasi sains yang baik dapat
berpartisipasi secara aktif dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan
sains dan teknologi, serta dapat memainkan peran penting dalam membangun masyarakat
yang lebih berbudaya ilmiah.
c. Kegiatan literasi sains
1) Mengikuti perkembangan terbaru
dalam bidang medis. Literasi sains membantu individu memahami berbagai
penelitian medis terbaru, seperti vaksinasi dan pengobatan, serta
mempertimbangkan manfaat dan risiko dari berbagai jenis perawatan.
2) Mengembangkan rencana perawatan
tanaman. Literasi sains membantu individu memahami prinsip dasar dalam
perawatan tanaman, seperti jenis tanah, pemupukan, dan irigasi, sehingga dapat
mengembangkan rencana perawatan yang optimal.
3) Memahami label pada produk
makanan. Literasi sains membantu individu memahami informasi pada label produk
makanan, termasuk nilai gizi, kandungan bahan kimia, dan pengawet yang
digunakan.
4) Membuat keputusan yang tepat
dalam memilih produk elektronik. Literasi sains membantu individu memahami
karakteristik teknis dari produk elektronik, seperti smartphone, laptop, dan
TV, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih produk yang
paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
5) Mempelajari geologi dan
meteorologi. Literasi sains membantu individu memahami fenomena alam seperti
gunung berapi, gempa bumi, dan cuaca, sehingga dapat mempersiapkan diri dalam
menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi.
Modularisasi Program
Pemrograman modular merupakan salah satu teknik dalam
pemrograman. Dengan pemrograman modular, maka program (yang biasanya cukup
besar) akan dibagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil. Dalam
beberapa bahasa pemrograman, bagian program ini disebut subrutin (subprogram),
modul, prosedur, atau fungsi. Subprogram adalah bagian dari program yang
dirancang untuk melaksanakan suatu tugas tertentu. Jika terdapat error pada
program, maka kesalahan pada kode program dapat dengan mudah dicari.
1. Keuntungan pemrograman modular
a.
Program lebih pendek.
b.
Mudah dibaca dan dimengerti (dibandingkan dengan
pemrograman nonmodular yang
c.
banyak instruksi).
d.
Mudah didokumentasi.
e.
Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan
(debug) program.
f.
Kesalahan yang terjadi bersifat
"local".
2. Spesifikasi program modular yang dibuat
Pada materi ini, Anda akan mengimplementasikan perhitungan
persamaan kuadrat yang mempraktikkan pembuatan modul-modul program. Dalam
pelajaran matematika, terdapat persamaan kuadrat. Salah satu contohnya ialah
persamaan berikut ini:
f(x)=ax2+bx+c
Nilai f(x) pada persamaan di atas ditentukan oleh empat buah
variabel, yaitu a, b, c, dan x.
Pada pemrograman ini, buatlah sebuah modul program untuk
menghitung f(x). 4 buah variabel, yaitu variabel a, b, c, dan x
a. Input b. Output tampilan nilai f(x) pada layar.
3. Implementasi pemrograman modular
Berikut langkah-langkah pemrograman modular untuk menghitung
persamaan kuadrat
menggunakan Blockly.
a. Untuk membuat sebuah modul program, pilihlah menu
Functions pada Blockly.
b . Pilih blok to do something return).
c. Letakkan blok tersebut pada lembar kerja Blockly.
d. Buatlah sebuah modul dengan nama F1.
e. Nilai f(x) pada rumus persamaan kuadrat di atas akan
bergantung pada variabel a, b, c, dan x. Anda harus membuat modul untuk
menerima nilai-nilai variabel tersebut. Klik bagian yang ditandai berikut.
f. Buatlah empat buah variabel, yaitu a, b, c, dan x, yang
akan menjadi input untuk modul yang dibuat. Bagian B disebut dengan parameter.
Dengan demikian, modul F1 adalah modul yang memiliki empat buah parameter.
Brute force adalah metode untuk menyelesaikan masalah dengan
mencoba semua kemungkinan solusi satu per satu hingga menemukan yang benar.
Dalam konteks pemecahan kata sandi, algoritma ini akan mencoba setiap kombinasi
karakter hingga kombinasi yang sesuai ditemukan. Brute force mengeksplorasi
semua kemungkinan solusi secara menyeluruh, sehingga solusi terbaik atau
jawaban pasti akan ditemukan, meskipun membutuhkan waktu yang lama dan memakan
sumber daya komputasi yang besar. Sumber: https://owncon.com
g. Salinlah blok berikut
1)
Pada bagian A, akan dihitung nilai dari ax2 dan
menyimpan hasilnya pada variabel ax2.
2)
Pada bagian B, akan dihitung nilai bx dan
menyimpan hasilnya pada variabel dengan nama yang sama, yaitu bx.
3)
Pada bagian C, akan dihitung ax2 + bx + c dan
menyimpan hasilnya pada variabel fx.
4)
Pada bagian D, modul program akan memberi tahu
nilai dari variabel fx kepada modul lain yang memanggil modul F1 ini.
h. Buat sebuah modul lain yang berinteraksi dengan modul F1.
Pada menu Function, pilihlah blok program [to do something).
i. Gantilah nama modul yang dibuat dengan nama
"utama", untuk memanggil modul F1.
J. Salinlah blok berikut, untuk melakukan pemanggilan modul
F1 dari modul utama.
Bagian yang diberi kotak merah digunakan untuk menentukan
nilai, untuk empat buah parameter modul F1. Dengan demikian, Hasil persamaan
kuadrat adalah f(x) = 222 + 32+5. Maka, nilai dari f(x) adalah 19.
k. Untuk menjalankan program ini, Anda perlu melakukan
pemanggilan terhadap modul "utama". Letakkan modul "utama"
tersebut pada layar kerja.
L. Setelah meletakkan modul "utama" pada layar
kerja, Blockly akan menampilkan hasil dan f(x), yaitu 19.
m. Untuk menyimpan file program, pilih menu yang terletak
pada bagian kiri atas layar Blockly. Pilih bagian "Save as new file"
dan beri nama file.
Setelah mempelajari materi di atas silakan anda mengerjakan tugas di bawah ini : dengan cara klik di bawah ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komentar dengan tujuan membangun