Senin, 12 Januari 2026

ALGORITMA DAN PEMPROGRAMAN

MATERI KELAS 9 SEMESTER 2 

BAB

ALGORITMA DAN PEMPROGRAMAN

Pemrograman blok merupakan materi yang telah Anda pelajari sejak kelas VII dan VIII. Anda telah mengenal pemrograman Scratch dan Blockly, yang akan Anda pelajari kembali di kelas IX. Tentunya materi pemrograman lebih kompleks. Anda akan mengimplementasikan pemrograman modular dalam Blockly. Pemrograman modular adalah teknik pemrograman di mana program yang biasanya cukup besar dibagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil. Sebagai murid yang kritis, Anda juga perlu memperdalam mengenai ilmu literasi.

Selain Scratch dan Blockly, Anda juga akan belajar mengenai robot serta pemrogramannya. Robot tersebut adalah Ozobot, yang dapat diprogram menggunakan OzoBlockly. Bahasa pemrograman ini merupakan pengembangan dari Blockly, yang sama-sama merupakan pemrograman blok. Bagaimana cara melakukan pemrograman dengan Blockly? Agar dapat memahami lebih mendalam tentang algoritma dan pemrograman, simak uraian materi pada bab berikut dengan saksama!

 

SCRATCH VS BLOCKLY

Di kelas VII dan VIII, Anda telah belajar pemrograman dengan Scratch dan Blockly. Kedua program tersebut sama-sama merupakan pemrograman blok, perbedaannya adalah Scratch dapat dikembangkan sesuai kreativitas murid, misalnya sprite dapat merespons event yang diberikan, melalui klik mouse, ketukan keyboard, atau lewat interface lainnya seperti konduktor yang dihubungkan ke Makey Makey sebagai interface ke komputer. Sedangkan Blockly merupakan pemrograman berbasis permainan, menyusun blok sesuai aturan permainan.

Sprite pada pemrograman blok dapat bereaksi terhadap event, atau digerakkan melalui perintah-perintah yang tersedia. Program akan mulai dijalankan saat Anda memberikan event. Pada dasarnya, pemrograman dalam Scratch berbasis event. Artinya, objek-objek yang tersedia siap menerima event dan dapat dieksekusi atau dijalankan kode programnya secara bersama-sama atau bergiliran. Anda harus menulis kode program untuk setiap sprite yang dibuat.

Beberapa blok Scratch sama dengan blok yang tersedia di Blockly. Blok dalam Blockly dasar lebih sedikit dibandingkan Scratch. Scratch memang dirancang untuk membuat cerita (komik), permainan, dan animasi. Fitur dasar Scratch dirancang untuk membuat aplikasi yang lebih interaktif dibanding Blockly. Fitur yang disediakan Blockly lebih sedikit, yaitu berupa fitur dasar (primitif) saja. Akan tetapi, dengan fitur dasar tersebut, Anda dapat membuat produk-produk seperti yang dapat dibuat dengan Scratch, meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

Cara yang dipakai untuk memprogram dalam kedua lingkungan tersebut juga berbeda. Scratch merupakan program visual yang berbasis event dan aplikasi hasil memprogram Scratch lebih interaktif. Adapun Blockly merupakan program yang menerapkan teknik pemrograman prosedural, tetapi perintahnya menggunakan blok yang sangat mirip dengan Scratch.

Anda perlu mempelajari Scratch dan juga Blockly, karena mengetahui dan dapat memakai banyak bahasa itu perlu, seperti dalam kehidupan nyata. Mau tidak mau, Anda juga perlu mengetahui banyak bahasa. Sebagai contoh, di Indonesia Anda menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta bahasa Inggris karena bahasa Inggris saat ini paling banyak dipakai sebagai bahasa komunikasi internasional. Semakin banyak bahasa yang Anda pelajari, maka akan semakin bisa berkomunikasi dengan lebih banyak kalangan. Dalam dunia informatika juga sama. Sebaiknya, Anda juga mengenal lebih dari satu bahasa pemrograman seperti Scratch, Blockly, atau bahasa pemrograman lainnya.

 

LITERASI NUMERASI DAN SAINS

Literasi numerasi dan literasi sains memiliki hubungan yang erat dan saling mendukung. Literasi numerasi dengan kemampuan memahami konsep matematika menjadi fondasi penting untuk memahami literasi sains yang melibatkan pengetahuan ilmiah. Berikut akan dijelaskan masing-masing definisi antara literasi numerasi dan literasi sains.

1. Literasi numerasi

a. Pengertian

Literasi numerasi adalah kecakapan untuk menggunakan berbagai angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari.

Literasi numerasi juga dapat diartikan sebagai kecakapan untuk menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk grafik, tabel, bagan, dan menggunakan interpretasi hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Literasi numerasi memiliki tujuan agar para murid dapat memahami dunia yang penuh angka dan data. Selain itu agar dapat berpikir rasional, sistematis, kritis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dalam berbagai konteks,

b . Perbedaan literasi numerasi dan matematika

Numerasi tidak sama dengan kompetensi matematika. Keduanya berl

Numerasi mencakup mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam situasi ril sehari-hari, yang seringkali permasalahannya tidak terstruktur, memiliki banyak cara penyelesaian atau bahkan tidak ada penyelesaian yang tuntas, serta berhubungan dengan faktor non-matematis.

c. Komponen literasi numerasi

1) Mengestimasi dan menghitung dengan bilangan bulat.

2) Menggunakan pengukuran.

3) Menggunakan penalaran spasial.

4) Menggunakan pecahan, desimal, persen, dan perbandingan.

5) Mengenali serta menggunakan pola dan relasi.

6) Menginterpretasi informasi statistik.

d. Kegiatan literasi numerasi

1) Di rumah misalnya melibatkan para murid dalam melakukan transaksi jual beli, atau menghitung kebutuhan listrik dan air tiap bulan dalam satu tahun.

2) Di sekolah misalnya menghitung jarak dan lama waktu perjalanan murid ke sekolah. atau mengunjungi dan mencari informasi penggunaan angka, simbol matematika. grafik, tabel, dan bagan di lingkungan sekitar sekolah.

3) Di masyarakat misalnya mengumpulkan data dan informasi tentang warga desa, atau membuat batas-batas wilayah rumah dan tanah.

2. LITERASI SAINS

a. Pengertian

Literasi sains adalah kemampuan untuk membaca, memahami, mengevaluasi, serta menggunakan informasi dan pengetahuan sains untuk membuat keputusan yang tepat dan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari. Literasi sains bukan hanya tentang memahami konsep-konsep sains, tetapi juga tentang memahami bagaimana sains diterapkan dalam kehidupan nyata.

Seseorang yang memiliki literasi sains yang baik dapat mengenali dan memahami masalah sains, menemukan informasi sains yang diperlukan, mengevaluasi kebenaran dan validitas informasi sains, serta menggunakannya untuk membuat keputusan yang berbasis fakta. Literasi sains juga mencakup kemampuan untuk berkomunikasi tentang konsep-konsep sains secara jelas dan efektif dengan orang lain.

b. Manfaat

 

Literasi sains memiliki manfaat yang sangat penting, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Beberapa manfaat dari literasi sains antara lain:

1) Kemampuan dalam memecahkan masalah. Literasi sains melatih kemampuan individu dalam mengumpulkan dan menganalisis data, membuat hipotesis, dan menguji teori, sehingga memungkinkan mereka untuk memecahkan masalah dengan lebih efektif.

2) Pengambilan keputusan yang lebih baik. Dengan memiliki kemampuan untuk memahami data dan informasi ilmiah, individu dapat membuat keputusan yang lebih baik dan rasional, serta memahami dampak keputusan tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat.

3) Peningkatan pemahaman tentang dunia di sekitar. Literasi sains membantu individu memahami fenomena alam dan proses-proses yang terjadi di lingkungan sekitar, termasuk mengenai kesehatan, lingkungan, dan teknologi.

4) Meningkatkan keterampilan karier. Literasi sains sangat penting dalam banyak bidang karier, termasuk di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan, dan lingkungan. Individu yang memiliki literasi sains yang baik dapat memiliki peluang karier yang lebih baik dan lebih luas.

5) Peningkatan partisipasi dalam masyarakat. Individu yang memiliki literasi sains yang baik dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan sains dan teknologi, serta dapat memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih berbudaya ilmiah.

 

c. Kegiatan literasi sains

1) Mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang medis. Literasi sains membantu individu memahami berbagai penelitian medis terbaru, seperti vaksinasi dan pengobatan, serta mempertimbangkan manfaat dan risiko dari berbagai jenis perawatan.

2) Mengembangkan rencana perawatan tanaman. Literasi sains membantu individu memahami prinsip dasar dalam perawatan tanaman, seperti jenis tanah, pemupukan, dan irigasi, sehingga dapat mengembangkan rencana perawatan yang optimal.

3) Memahami label pada produk makanan. Literasi sains membantu individu memahami informasi pada label produk makanan, termasuk nilai gizi, kandungan bahan kimia, dan pengawet yang digunakan.

 

4) Membuat keputusan yang tepat dalam memilih produk elektronik. Literasi sains membantu individu memahami karakteristik teknis dari produk elektronik, seperti smartphone, laptop, dan TV, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

5) Mempelajari geologi dan meteorologi. Literasi sains membantu individu memahami fenomena alam seperti gunung berapi, gempa bumi, dan cuaca, sehingga dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi.

 

Modularisasi Program

Pemrograman modular merupakan salah satu teknik dalam pemrograman. Dengan pemrograman modular, maka program (yang biasanya cukup besar) akan dibagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil. Dalam beberapa bahasa pemrograman, bagian program ini disebut subrutin (subprogram), modul, prosedur, atau fungsi. Subprogram adalah bagian dari program yang dirancang untuk melaksanakan suatu tugas tertentu. Jika terdapat error pada program, maka kesalahan pada kode program dapat dengan mudah dicari.

1. Keuntungan pemrograman modular

a.      Program lebih pendek.

b.      Mudah dibaca dan dimengerti (dibandingkan dengan pemrograman nonmodular yang

c.       banyak instruksi).

d.      Mudah didokumentasi.

e.      Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan (debug) program.

f.        Kesalahan yang terjadi bersifat "local".

 

2. Spesifikasi program modular yang dibuat

Pada materi ini, Anda akan mengimplementasikan perhitungan persamaan kuadrat yang mempraktikkan pembuatan modul-modul program. Dalam pelajaran matematika, terdapat persamaan kuadrat. Salah satu contohnya ialah persamaan berikut ini:

f(x)=ax2+bx+c

Nilai f(x) pada persamaan di atas ditentukan oleh empat buah variabel, yaitu a, b, c, dan x.

Pada pemrograman ini, buatlah sebuah modul program untuk menghitung f(x). 4 buah variabel, yaitu variabel a, b, c, dan x

a. Input b. Output tampilan nilai f(x) pada layar.

3. Implementasi pemrograman modular

Berikut langkah-langkah pemrograman modular untuk menghitung persamaan kuadrat

menggunakan Blockly.

a. Untuk membuat sebuah modul program, pilihlah menu Functions pada Blockly.

b . Pilih blok to do something return).

c. Letakkan blok tersebut pada lembar kerja Blockly.

d. Buatlah sebuah modul dengan nama F1.

e. Nilai f(x) pada rumus persamaan kuadrat di atas akan bergantung pada variabel a, b, c, dan x. Anda harus membuat modul untuk menerima nilai-nilai variabel tersebut. Klik bagian yang ditandai berikut.

f. Buatlah empat buah variabel, yaitu a, b, c, dan x, yang akan menjadi input untuk modul yang dibuat. Bagian B disebut dengan parameter. Dengan demikian, modul F1 adalah modul yang memiliki empat buah parameter.

Brute force adalah metode untuk menyelesaikan masalah dengan mencoba semua kemungkinan solusi satu per satu hingga menemukan yang benar. Dalam konteks pemecahan kata sandi, algoritma ini akan mencoba setiap kombinasi karakter hingga kombinasi yang sesuai ditemukan. Brute force mengeksplorasi semua kemungkinan solusi secara menyeluruh, sehingga solusi terbaik atau jawaban pasti akan ditemukan, meskipun membutuhkan waktu yang lama dan memakan

 

sumber daya komputasi yang besar. Sumber: https://owncon.com

 

g. Salinlah blok berikut

1)      Pada bagian A, akan dihitung nilai dari ax2 dan menyimpan hasilnya pada variabel ax2.

2)      Pada bagian B, akan dihitung nilai bx dan menyimpan hasilnya pada variabel dengan nama yang sama, yaitu bx.

3)      Pada bagian C, akan dihitung ax2 + bx + c dan menyimpan hasilnya pada variabel fx.

4)      Pada bagian D, modul program akan memberi tahu nilai dari variabel fx kepada modul lain yang memanggil modul F1 ini.

 

h. Buat sebuah modul lain yang berinteraksi dengan modul F1. Pada menu Function, pilihlah blok program [to do something).

i. Gantilah nama modul yang dibuat dengan nama "utama", untuk memanggil modul F1.

J. Salinlah blok berikut, untuk melakukan pemanggilan modul F1 dari modul utama.

Bagian yang diberi kotak merah digunakan untuk menentukan nilai, untuk empat buah parameter modul F1. Dengan demikian, Hasil persamaan kuadrat adalah f(x) = 222 + 32+5. Maka, nilai dari f(x) adalah 19.

k. Untuk menjalankan program ini, Anda perlu melakukan pemanggilan terhadap modul "utama". Letakkan modul "utama" tersebut pada layar kerja.

L. Setelah meletakkan modul "utama" pada layar kerja, Blockly akan menampilkan hasil dan f(x), yaitu 19.

m. Untuk menyimpan file program, pilih menu yang terletak pada bagian kiri atas layar Blockly. Pilih bagian "Save as new file" dan beri nama file.



Setelah mempelajari materi di atas silakan anda mengerjakan tugas di bawah ini : dengan cara klik di bawah ini

tugas bab pemprograman dan algoritma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar dengan tujuan membangun