Senin, 05 Januari 2026

ANALISA DATA

MATERI INFORMATIKA

KELAS 9 SEMESETR 2

ANALISA DATA


MENGOLAH DATA

Pengolahan data pada Excel dapat dilakukan menggunakan formula. Formula merupakan suatu rumus untuk melakukan operasi aritmetika dan atau logika untuk mendapatkan hasil yang diharapkan pada spreadsheet. Untuk menuliskan formula pada Excel dapat dilakukan dengan diawali simbol sama dengan (=). Berbagai tipe data dapat digunakan pada formula Excel.

Formula dapat digunakan untuk mengolah data dengan bantuan fungsi. Fungsi merupakan program siap pakai yang disediakan Excel untuk membantu mempermudah pengolahan data. Berikut beberapa fungsi yang biasa digunakan pada Microsoft Excel.

1. Fungsi statistika

Macam-macam fungsi statistika yaitu:

a. MIN, digunakan untuk mencari nilai terendah pada range tertentu.

b. MAX, digunakan untuk mencari nilai tertinggi pada range tertentu.

c. AVERAGE, digunakan untuk mencari nilai rata-rata pada range tertentu.

d. SUM, digunakan untuk menjumlahkan nilai pada range tertentu.

e. COUNT, digunakan untuk menghitung jumlah data pada range tertentu.

2. Fungsi logika

Macam-macam fungsi logika yaitu:

a. IF, untuk menghasilkan nilai berdasarkan uji logika tertentu (benar/salah).

b. AND, untuk melakukan uji logika yang menghasilkan nilai true jika semua argumen yang diuji bernilai true.

c. OR, untuk melakukan uji logika yang menghasilkan nilai true jika salah satu atau kedua argumen yang diuji bernilai true.

d. NOT, untuk membalikkan nilai pada kondisi sebelumnya (true menjadi false dan sebalikriya).

3. Fungsi teks

Macam-macam fungsi teks yaitu:

a. PROPER, untuk mengubah huruf awal pada setiap kata menjadi huruf besar. b. UPPER, untuk mengubah semua huruf pada teks menjadi huruf besar semua.

c. LOWER, untuk mengubah semua huruf pada teks menjadi huruf kecil semua. d

 

. LEFT, untuk mengambil beberapa karakter teks dari arah kiri atau awal sebuah teks. e. RIGHT, untuk mengambil beberapa karakter teks dari arah kanan atau akhir sebuah teks.

1. MID, untuk mengambil beberapa karakter toks dari posisi tertentu sebanyak karakter tertentu.

MENGURUTKAN DATA

Microsoft Excel dapat digunakan untuk mengurutkan data. Anda dapat menggunakan fitur Sort pada Excel untuk mengurutkan data. Pengurutan data dapat dilakukan secara ascending ataupun descending, serta dapat berupa data teks maupun angka.

1. Data yang dapat diurutkan

a. Angka (dari kecil ke besar atau besar ke kecil).

b. Teks (dari A ke Z atau Z ke A).

c. Format tanggal dan waktu (terlama ke terbaru dan terbaru ke terlama).

d. Format sel (warna fill background atau warna font).

2. Mengurutkan data dengan Excel

Mengurutkan sebuah data dapat membantu Anda untuk memahami data yang tersaji dengan lebih baik, menata, serta menemukan data yang dibutuhkan sehingga Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik dan efektif.

Cara mengurutkan data di Excel sebagai berikut:

a. Pilih salah satu cell pada kolom data yang akan diurutkan.

b. Pada ribbon Excel, pilih Tab Home Group Editing Sort & Filter.

c. Untuk mengurutkan data secara ascending, pilih likon berikut

1) Untuk mengurutkan data teks, maka pilih Sorť A to Z.

2) Untuk mengurutkan data angka, maka pilih Sort Smallest to Largest.

3) Untuk mengurutkan data tanggal, maka pilih Sort Oldest to Newest.

d. Untuk mengurutkan data secara descending, pilih ikon berikut:

1) Untuk mengurutkan data teks, maka pilih Sort Z to A.

2) Untuk mengurutkan data angka, maka pilih Sort Largest to Smallest.

3) Untuk mengurutkan data tanggal, maka pilih Sort Newest to Oldest.

MENYARING DATA

Salah satu bentuk pengolahan data adalah penyaringan data. Penyaringan data da dilakukan dengan Excel. Filter merupakan nama fitur yang digunakan untuk menyaring d Fitur ini sangat berguna untuk memilih dan menyaring data sesuai kriteria pengguna.

1. Data yang dapat disaring/filter

Filter pada Excel dapat digunakan untuk data berikut.

a. Filter berdasarkan kriteria teks.

b. Filter berdasarkan nilai angka/bilangan.

c. Filter berdasarkan format warna tertentu.

2. Melakukan penyaringan data

a. Siapkan data/tabel yang akan dilakukan filter, misalnya tabel berikut.

 

Nama Sajian

Jenis

Harga

Coffee Latte

Minuman

10000

Beef Steak

Makanan

18000

Ayam Goreng

Makanan

12000

Green Tea

Minuman

8000

Mie Telur

Makanan

15000

b. Blok semua cell data, yaitu dari Nama Sajian sampai Harga.

c. Klik Home.

d. Pada tab Editing, pilih Sort & Filter Filter.

e. Maka pada setiap kolom menjadi seperti berikut.

 

A

B

C

1

Nama Sajian

Jenis

Harga

2

Coffee Latte

Minuman

10000

f. Lakukan filter sesuai keinginan, misalnya menampilkan daftar nama item yang berjen Sayur-sayuran.

1) Klik tanda panah bawah di sebelah kanan Jenis.

2) Centang Sayur-sayuran → OK.

 

A

B

C

1

Nama Sajian

Jenis

Harga

2

Beef Steak

Makanan

18000

3

Ayam Goreng

Makanan

12000

4

Green Tea

Minuman

8000

5

Mie Telur

Makanan

15000

 

Mencari Data

Pencarian data pada Excel dilakukan dengan mengambil range data, yang berasal dari tabel satu dimensi atau tabel dua dimensi, Pencarian data di dalam Excel dapat dilakukan dengan menggunakan dua fungsi, yakni fungsi lookup dan fungsi reference.

1. Pencarian data dengan fungsi lookup

Lookup artinya mendapatkan data tentang sesuatu. Fungsi lookup terdiri atas fungsi vlookup dan hlookup.

a. Fungsi VLOOKUP

Rumus fungsi ini adalah =VLOOKUP(kolom acuan, tabel acuan, kolom, false).

1) Kolom acuan, adalah kolom berupa data teks atau angka yang akan dicari.

2) Tabel acuan, adalah tabel sumber data yang akan dipindahkan ke kolom acuan.

3) Kolom, adalah urutan kolom data pada tabel acuan.

4) False, berfungsi agar nilai yang dipindahkan bersifat absolut.

b. Fungsi HLOOKUP

Rumus fungsi ini adalah =HLOOKUP(kolom acuan, tabel acuan, baris, false).

1) Kolom acuan, adalah kolom berupa data teks atau angka yang akan dicari.

2) Tabel acuan, adalah tabel sumber data yang akan dipindahkan ke kolom acuan.

3) Baris, adalah urutan baris data pada tabel acuan.

4) False, berfungsi agar nilai yang dipindahkan bersifat absolut.

2. Pencarian data dengan fungsi reference

Reference artinya mengacu pada sesuatu. Reference adalah fungsi untuk mengacu suatu lokasi data di dalam suatu range. Macam-macam fungsi reference sebagai berikut.

a. Fungsi MATCH

Fungsi MATCH adalah sebuah fungsi pada Excel yang digunakan untuk melakukan pencarian terhadap posisi suatu nilai pada suatu range yang terdapat pada sebuah kolom atau baris. Fungsi MATCH akan mengembalikan posisi relatif nilai tersebut dalam bentuk angka. Rumus fungsi ini adalah =MATCH(lookup_value, lookup_array,match_type).

1) Lookup value, argumen yang berisi nilai yang akan dicocokkan dalam lookup_array (rentang cell). Isian dapat berupa angka, teks, atau nilai logika.

2) Lookup_array, argumen yang berisi tabel atau rentang cell range data tempat di mana data akan dicari.

3) Match type, argumen yang berisi bilangan -1, 0, atau 1.

b. Fungsi INDEX

Fungsi INDEX adalah salah satu fungsi yang digunakan untuk menghasilkan nilai dari sebuah elemen pada tabel atau array berdasarkan nomor indeks baris dan kolom.

Rumus fungsi ini adalah =INDEX(array,row_num.col_num).

1) Array, sumber data yang menjadi acuan pencarian, baik berupa banyak kolom, banyak

baris atau banyak kolom dan baris, ataupun hanya berupa 1 kolom atau 1 baris saja. 

2) Row_num, argumen yang merupakan kriteria pencarian berdasarkan baris data. misalnya menentukan nilai pada baris ke berapa dari sumber data.

3) Col_num, argumen yang merupakan kriteria pencarian berdasarkan kolom data, misalnya menentukan nilai pada kolom ke berapa dari sumber data.

 

c. Fungsi CHOOSE

Fungsi CHOOSE adalah fungsi pada Excel yang digunakan untuk menampilkan salah satu nilai dari daftar/sekumpulan argumen nilai yang diberikan berdasarkan nomor indeks atau nomor urut yang telah ditentukan.

Rumus fungsi ini adalah =CHOOSE(index_number, value1, value2,...).

1) Index_number, argumen yang bersifat wajib, berupa nilai angka 1-254.

2) Value1, argumen yang bersifat wajib, dapat berupa nilai angka, text, rumus, ataupun berupa referensi sel.

 3) Value2, argumen value selanjutnya, sama dengan argumen value1. Namun bedanya jika value1 bersifat wajib, sementara value2 bersifat opsional.

Memvisualisasikan Data

Excel memiliki fitur untuk membuat visualisasi data. Visualisasi data merupakan salah satu tahap akhir dalam pengolahan data. Visualisasi data berguna agar informasi dapat disampaikan kepada pengguna secara jelas dan efisien, sehingga pengguna sangat terbantu dalam melakukan analisis data. Anda dapat memvisualisasikan data dalam bentuk diagram atau grafik. Berikut merupakan jenis-jenis visualisasi data.

1. Diagram

Diagram merupakan visualisasi data yang dirancang untuk menunjukkan hubungan, gambaran umum, atau ringkasan suatu proses atau objek.

2. Grafik

Grafik merupakan visualisasi data yang menggambarkan hubungan numerik antara dua variabel. Grafik adalah salah satu bentuk penyajian data yang menggabungkan angka, huruf, simbol, gambar, lambang, dan lukisan. Macam-macam grafik, antara lain:

a. Grafik garis (line graph)

Grafik yang penyajian datanya menggunakan garis atau kurva untuk menggambarkan suatu perubahan dari waktu ke waktu pada suatu objek. Grafik ini terdiri dari sumbu X dan Y. Sumbu X ditempatkan untuk bilangan-bilangan yang sifatnya tetap. Sedangkan pada sumbu Y, ditempatkan untuk bilangan yang sifatnya berubah-ubah

b. Grafik batang (bar graph)

Bentuk visualisasi data yang bersifat kronologis untuk memperlihatkan suatu perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Grafik batang dapat digambarkan secara vertikal dan  horizontal

c. Grafik luasan (area graph)

Grafik yang biasanya digunakan untuk menggambarkan deret data sebagai garis kumulatif dengan tampilan gambar berbentuk garis yang bertumpuk. Grafik luasan memilik 2 model, yaitu model 2 dimensi dan model 3 dimensi.

d. Grafik lingkaran (circle/pie graph)

Grafik yang biasanya digunakan untuk menunjukkan informasi berupa proporsi sebuah dimensi terhadap keseluruhan data. Kemudian data ditampilkan ke dalam sebuah lingkaran yang terbagi menjadi beberapa bagian yang proporsional. Dengan memberikan label proporsi data pada masing-masing bagian akan mempermudah orang yang melihat besamya proporsi dari dimensi yang diminati.

e. Grafik gelembung (bubble graph)

Grafik yang biasanya digunakan untuk menggambarkan deret data dalam bentuk lingkaran yang menggelembung, yang besarnya sesuai dengan nilai masing-masing datum.

1. Grafik radar

Grafik yang biasanya digunakan untuk menggambarkan nilai deret data menggunakan sumber nilai yang ditarik dari pusat diagram dan terpisah untuk setiap kategori.

Visualisasi data juga dapat digunakan untuk melakukan prediksi terhadap nilai data, yaitu memperkirakan nilai data di waktu yang akan datang. Grafik yang dapat digunakan untuk membantu prediksi data ialah grafik garis atau batang. Untuk prediksi, data pada sumbu x haruslah data yang menunjukkan waktu, misalnya bulan atau tahun.

Berikut merupakan panduan untuk membuat grafik yang baik.

1. Tentukan jenis grafik atau diagram yang tepat sesuai dengan keperluan, misalnya untuk menampilkan persentase maka sebaiknya gunakan diagram lingkaran.

2. Perhatikan apakah grafik atau diagram hanya untuk satu kelompok data, atau untuk beberapa kelompok data. Jika untuk beberapa kelompok data, Anda perlu menuliskan legenda (legend) untuk setiap kelompok data. Legenda harus bermakna sesuai dengan datanya.

3. Beri keterangan pada grafik atau diagram dengan judul, label sumbu x dan sumbu y, atau label yang bermakna.

Meringkas Data

Jika dalam mengolah data terdapat data yang sangat banyak, Excel menyediakan fitur untuk meringkas data. Peringkasan data sangat membantu pengguna untuk analisis data karena pengguna mengetahui gambaran umum dari data yang dimiliki tersebut. Peringkasan data pada Excel dapat dilakukan dengan beberapa cara, yang dijelaskan sebagai berikut.

1. Fungsi SUMIF dan SUMIFS

Fungsi ini digunakan untuk melakukan penjumlahan dengan suatu kriteria tertentu. Perbedaan SUMIF dengan SUMIFS adalah pada kondisi/kriteria, di mana penggunaan SUMIF dilakukan apabila memenuhi satu kondisi sedangkan SUMIFS dilakukan apabila memenuhi banyak kondisi

a. SUMIF

Rumus fungsi ini adalah =SUMIF(range, criteria,[sum_range]).

1) Range, rentang cell yang akan diolah menurut kriteria/kondisi. Range dapat berupa angka atau nama, array, atau referensi yang berisi angka.

 2) Criteria, kriteria untuk pengolahan data, berupa angka, ekspresi, referensi sel, teks, atau fungsi yang menentukan cell yang akan ditambahkan.

3) Sum range, cell aktual untuk dilakukan penjumlahan, jika tidak menambahkan sum range maka Excel akan menambahkan cell yang ditentukan dalam argumen range.

b. SUMIFS

Rumus fungsi ini adalah:

=SUMIFS(sum_range.criteria_range1, criteria1, [criteria_ra ge2,cri oria2]....)

1) Sum range, argumen yang berupa rentang cell atau nilai-nilai yang akan dijumlahkan,

2) Criteria range1, argumen yang berisi sebuah rentang cell yang akan diuji berdasarkan kriteria (criteria1) yang diberikan.

3) Criteria1, argumen yang berisi kriteria yang akan menentukan cell mana saja yang akan dijumlahkan. Perlu diingat bahwa criteria range1 dengan criteria1 merupakan sebuah pasangan berdasarkan kriteria yang akan diterapkan pada penjumlahan.

4) (criteria_range2, criteria2), pasangan argumen seperti criteria range1 dan criteria1. Kedua argumen ini bersifat opsional yang artinya boleh diisikarı atau tidak.

2. Fungsi COUNTIF dan COUNTIFS

Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah cell dengan suatu kriteria tertentu. Perbedaan COUNTIF dengan COUNTIFS adalah pada kondisi/kriteria, di mana penggunaan COUNTIF dilakukan apabila memenuhi satu kondisi sedangkan COUNTIFS dilakukan apabila memenuhi banyak kondisi,

a.      COUNTIF

Rumus fungsi ini adalah =COUNTIF(range, criteria)

1) Range, argumen ini berisi rentang data yang akan dihitung jumlah cell-nya.

2) Criteria argumen ini berisi syarat/kriteria yang digunakan untuk menentukan cell yang akan dihitung.

b. COUNTIFS


Rumus fungsi ini adalah:

=COUNTIFS(criteria_range1, criteria1,[criteria_range2, criteria2],...)

1) Criteria_range1, argumen ini berisi rentang data pertama yang digunakan untuk mengevaluasi kriteria tertentu.

2) Criteria1, argumen ini berisi kriteria yang akan menentukan cell mana yang akan dihitung oleh Excel, dimana nilai kriteria ini diambil dari criteria_range1.

3) Criteria_range2 dan criteria2, argumen ini adalah argumen tambahan, Ketentuan dari argumen ini sama dengan kedua argumen di atas.

3. Pivot table

Pivot table merupakan fitur Excel yang memungkinkan pengguna mengambil informasi secara efisien dari himpunan data dalam jumlah besar. Di samping itu, fitur ini juga sering

digunakan untuk mengelompokkan atau meringkas data.

a. Pivot table satu dimensi

Pivot table satu dimensi digunakan untuk meringkas data dari suatu kumpulan data (dataset). Pada pivot table satu dimensi, data yang akan digunakan sebagai baris pivot berasal dari satu kolom data pada kumpulan data.

b. Pivot table dua dimensi

Pada pivot table dua dimensi, peringkasan akan ditentukan berdasarkan dua kolom data. Terdapat baris pivol dan kolom pivot yang akan digunakan sebagai acuan dalam meringkas data.

Mengelola Data

Microsoft Excel memiliki fitur bernama Tables, yang memungkinkan pengguna untuk menganalisis data di dalam worksheet secara otomatis, serta cepat dan mudah. Fitur Tables ini dapat digunakan untuk pengolahan data statistika sederhana, yakni filter, sorting, dan total. Untuk menghitung statistik sederhana dengan total, rumus tidak perlu dituliskan, cukup memilih dari list yang disediakan Excel.

Melakukan pengelolaan data dengan Tables dapat dilakukan dengan menyiapkan sebuah tabel yang memiliki data angka, seperti berikut.

NIS

Nama

Kelas

Nilai UTS

Nilai UAS

24001

Toni

IX A

88

87

24002

Agus

IX A

89

86

24003

Lukman

IX A

78

85

24005

Bayu

IX A

98

89

24006

Candra

IX A

90

88

24007

Nur

IX A

98

85

24008

Siti

IX A

86

87

24009

Marfuah

IX A

87

84

24010

Mira

IX A

90

86

1. Membuat Tables

Berikut langkah-langkah membuat Tables di Microsoft Excel.

a. Klik pada sembarang cell di dalam kumpulan data. Pada tab Insert, dalam Tables group. pilih Table.

b. Akan muncul dialog box baru, secara otomatis daerah data yang akan dibuat menjadi Table terpilih. Apabila data yang dimiliki sudah memiliki header, jangan lupa checklist My table has headers.

c. Dataset akan berubah format menjadi Tables. Selanjutnya Anda dapat mengatur tampilan dari table yang terbentuk.

2. Sort Tables

Dari tabel yang terbentuk, Anda dapat mengurutkan tampilan data berdasarkan kolom tertentu. Misalnya data akan diurutkan berdasarkan kolom Nama Item atau Stok. Pada judul kolom, klik bagian panah, lalu tentukan apakah ingin diurutkan secara ascending atau descending.

3. Filter Tables

Untuk melakukari filter suatu Tables, caranya sama dengan Filter pada pivot table. Sebagai contoh pada kolom Jenis, Anda dapat memilih Buah-buahan. Sehingga data yang tampil hanyalah data dengan jenis Buah-buahan.

Banyak jenis pengelolahan data yang dapat Anda terapkan. Oleh karena itu Anda harus banyak membaca dari berbagai referensi. Salah satu bentuk pengolahan data adalah mining, scan barcode di samping untuk mengetahuinya.

untuk lebih mudah nya bisa anda klik video/link di bawah ini 
Video Pembelajaran Analisa data


untuk praktek gunakan aplikasi speeadsheet (Ms Excel)

klik di bawah ini untuk mengerjakan Kuis
QUIZZ

Buka alamat : https://wayground.com/join?gc=007248&source=liveDashboard
kode Kuis :594767

atau di bawah ini
KUIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar dengan tujuan membangun